KISAH KLIEN KAMI

Nur Dahlilia

Darah Tali Pusar Saudara Perempuan Saya Menyelamatkan Nyawa Saya

Waktu bermain adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi banyak anak. Kegembiraan saat berlari-lari di lapangan terbuka, bermain “kejar aku kalau kamu bisa” adalah yang dinanti-nantikan setiap anak bila tiba waktu bermain, kecuali bagi si kecil Nur Dalila Wafa Bt Mohd Fakhrorazi. Bagi pasien dengan gangguan darah seperti Nur Dalila yang sangat mudah lelah, dia harus terus berada di rumah untuk istirahat sebanyak mungkin.

Nur Dalila menderita Talasemia Beta Mayor yang merupakan gangguan darah turunan sejak ia berusia delapan bulan. Setiap bulan, dia rutin mendapatkan transfusi darah sebagai bagian dari proses pengobatan.

Menurut ibunya, Yati Bt Hatea, dia menemukan bahwa Nur Dalila, anak sulungnya, menderita Talasemia Mayor ketika pada suatu hari ia menderita sakit demam tinggi, diare dan muntah. Ketika dokter menjalankan tes darah pada Nur Dalila, ditemukan bahwa kadar hemoglobinnya sangat rendah dan jumlah sel darah merahnya hanya 4g/dl! Sejak saat itu hingga beberapa
tahun berikutnya, Nur Dalila keluar masuk rumah sakit untuk transfusi darah agar jumlah sel darah merahnya tetap berada di tingkat normal.

Nur Dahlilia

Transplantasi Sel Induk Menyelamatkan Nur Dalila

Menurut Yati, dokter anak dan kandungannya sangat menyarankan dia menyimpan darah tali pusar sebagai sarana untuk mengobati kondisi anaknya. Yati melakukan apa yang disarankan dan menyimpan darah tali pusar putri keduanya, Nur Dafina, di CryoCord melalui Program Transplantasi Masyarakat CryoCord (CCTP, CryoCord Community Transplant Program). CCTP adalah sebuah program masyarakat di mana CryoCord membiayai penyimpanan darah tali pusar bagi masyarakat kurang mampu apabila anggota keluarga terdekat mereka sangat memerlukan sel induk.

Ketika Yati mengandung anak keduanya, ia diberi perangkat pengumpulan darah tali pusar yang berisi sebuah kantung pengumpulan darah tali pusar. Yati harus membawanya ke rumah sakit saat melahirkan bayinya. Ini agar ketika dokter menjepit dan memotong tali pusar, memisahkan bayi, darah akan segera diekstrak dari tali pusar. Sampel darah kemudian dibawa ke bank darah untuk pemrosesan dan penyimpanan.

Setelah mengetahui bahwa darah Nur Dafina cocok dengan kriteria genetis kakaknya, Nur Dalila menjalani bedah transplantasi sel induk di University Malaya Medical Centre yang berbiaya RM60,000. Setelah menjalani prosedur tersebut dan kemoterapi di bulan September 2010, pemeriksaan darah awal memperlihatkan bahwa Nur Dalila berhasil memproduksi sel darah merahnya sendiri untuk pertama kalinya.

Kini, Nur Dalila, anak berusia delapan tahun yang cerdas dan riang, aktif berlarian dan bermain kejar-kejaran dengan teman-temannya tanpa merasa sakit seperti biasanya. Meskipun hasil bedah tersebut belum mengonfirmasi bahwa Nur Dalila sepenuhnya bebas dari Talasemia, prognosisnya tampak menjanjikan, dan orang tuanya diberkati dengan peningkatan luar biasa dalam kehidupan putri sulung mereka.

Referensi

Teresa Chin, My Sister's Cord Blood Saved My Life, Parenthood, Special Report, July 2011.